This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Minggu, 11 Agustus 2013

Ramadhan Berlalu, Ramadhan Dinanti

Bulan Ramadhan telah berlalu, tak terasa kita juga sudah melewati hari-hari di bulan Syawal, liburan selama lebaran pun juga telah lewat. Semua orang telah kembali ke aktivitas rutin mereka masing-masing, ada yang bekerja atau masuk sekolah.

Masih ingatkah di benak kita? ketika kita dengan rasa mengantuk yang sangat berat menyiapkan makan untuk sahur, kemudian melangkahkan kaki ke masjid untuk melakukan shalat Subuh berjamaah? ketika kita berbuka puasa bersama keluarga di rumah ataupun ketika berbuka di masjid? ketika kita melaksanakan shalat Tarawih ramai-ramai di masjid? ketika kita tadarusan Qur'an? ketika kita melakukan I'tikaf di masjid? sungguh, bulan Ramadhan telah memacu semangat kita untuk lebih tekun beribadah.

Ramadhan merupakan bulan yang penuh dengan pembelajaran. Bangun untuk makan sahur di bulan Ramadhan melatih kita untuk senantiasa melakukan shalat Tahajjud atau shalat Subuh berjamaah di masjid di bulan lain. Tadarusan Qur'an melatih kita agar senantiasa akrab dengan Qur'an untuk selalu dibaca setiap hari. Berbuka puasa di masjid melatih kita supaya shalat Maghrib tepat waktu di masjid. Shalat Tarawih berjamaah melatih kita supaya lebih bersemangat untuk menunaikan shalat Isya berjamaah di masjid.

Dalam suasana yang Fitri ini, Saya, Boni Fajarwan memohon maaf kepada teman-teman semua jika ada kesalahan, baik dalam perkataan maupun perbuatan yang disengaja ataupun tidak disengaja. Semoga  kita semua mendapatkan predikat Taqwa setelah melalui Ramadhan, istiqomah untuk senantiasa semangat beribadah di bulan lainnya dan dipertemukan pada bulan Ramadhan berikutnya, aamiin ya Allah.

Selasa, 16 Juli 2013

Keutamaan Sayyidul Istighfar (Penghulu Istighfar)

Pertama kali mengenal Sayyidul Istighfar ini adalah ketika Saya membaca buku yang ditulis oleh Aa Gym (lupa judul bukunya, hehehe). Dinamakan Sayyidul Istighfar atau Penghulu Istighfar karena melebihi seluruh bentuk Istighfar dalam segala hal keutamaan.

Bacalah Sayyidul Istighfar ketika siang dan malam, ada juga yang berpendapat pagi dan sore. Kapan saja membacanya boleh saja karena ini merupakan dzikir permohonan ampunan kita kepada Allah subhanahu wa ta'ala, Saya biasa membacanya ketika pembukaan dalam berdo'a baik itu berdo'a ketika setelah menunaikan shalat wajib 5 waktu ataupun setelah shalat-shalat sunnah.


"Allahumma anta robbii laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii wa ana ‘abduka wa ana ‘ala ‘ahdika wa wa’dika mastatho’tu. A’udzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u bi dzanbii, faghfirlii fainnahuua laa yaghfirudz dzunuuba illa anta"

”Ya Allah Engkau adalah Tuhanku, Tidak ada Tuhan melainkan Engkau,Engkau yang telah menciptakanku,  aku adalah hamba-Mu dan aku dalam ketentuan-Mu serta Janji-Mu dan aku menjalankannya dengan semampuku, aku berlindung kepadamu dari segala kejahatan yang telah aku perbuat, aku mengakui-Mu atas nikmat-Mu terhadap diriku dan aku mengakui dosaku pada-Mu, maka ampunilah aku, sesungguhnya tidak ada yang memberi pengampunan kecuali hanya Engkau”
(HR. Bukhari no. 6306)

Adapun keutamaan atau fadhilah membaca Sayyidul Istighfar, Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa mengucapkannya pada siang hari dan meyakininya, lalu dia mati pada hari itu sebelum waktu sore, maka dia termasuk penghuni surga. Dan barangsiapa mengucapkannya pada malam hari dalam keadaan meyakininya, lalu dia mati sebelum waktu pagi, maka dia termasuk penghuni surga.” (HR. Al-Bukhari – Fathul Baari 11/97)

Minggu, 07 Juli 2013

Keimanan yang Dikagumi Rasulullah

Alkisah, suatu ketika Rasulullah saw bermain tebak-tebakan dengan para sahabat. Bertanya Rasulullah, “Tahukah kalian, mereka-mereka yang keimanannya membuatku kagum?”. “Aku tahu ya Rasulullah”, seru salah seorang sahabat. “Mereka yang engkau maksud itu tentulah para malaikat“. “Mengapa engkau berpikir demikian?”, tanya Rasulullah kembali. “Karena para malaikat selalu mematuhi semua perintah Allah. Mereka tidak sekalipun pernah melanggar aturan Allah”, jawab sahabat. “Tapi para malaikat memang ditakdirkan untuk selalu mematuhi perintah Allah. Mereka tidak diberi kelengkapan hawa nafsu seperti layaknya kita. Dan tempat mereka dekat dengan Allah. Wajar jika mereka selalu beriman. Keimanan para malaikat tersebut, sama sekali tidak membuatku kagum”, bantah Rasulullah.

Para sahabat termangu-mangu dengan jawaban Rasulullah tersebut. Mereka terdiam sejenak, memikirkan jawaban apa kiranya yang dikehendaki oleh Rasulullah.Tiba-tiba, salah seorang sahabat berseru, “Aku tahu ya Rasulullah, yang Rasulullah maksudkan tentu para nabi dan rasul utusan Allah.
Mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka selalu mematuhi apapun yang Allah perintahkan, apapun resikonya”. Rasulullah tersenyum, “Betul mereka manusia biasa seperti kita, namun mereka mendapatkan petunjuk langsung dari Allah swt. Mereka menerima wahyu dan mendapatkan mukjizat. Wajar jika karena semua itu, mereka beriman kepada Allah”. “Keimanan mereka sama sekali tidak membuat aku kagum”, bantah Rasulullah sekali lagi.

Kembali para sahabat ternganga dengan bantahan Rasulullah tadi. Mereka saling berpandangan lalu kembali tenggelam memikirkan jawaban pertanyaan Rasulullah. “Ah…, sekarang saya tahu ya Rasulullah”, kata salah seorang sahabat dengan muka berseri-seri. “Mereka yang Rasulullah maksudkan itu tentulah kami, para sahabatmu. Kami manusia biasa, kami juga tidak menerima wahyu, dan sama sekali tidak dikaruniai mukjizat apapun. Meskipun demikian, kami berjanji untuk selalu mematuhi segala perintah Allah dan menjauhi segala larangannya”, jelas sahabat tersebut dengan senyum mengembang di wajahnya. Kembali Rasulullah tersenyum mendengar jawaban salah seorang sahabat tadi, “Betul kalian memang tidak menerima wahyu dan sama sekali tidak dikaruniai mukjizat, namun kalian kan melihat dengan mata kepala sendiri, mukjizat yang aku terima. Kalian juga mendengar dengan telinga kalian sendiri ketika wahyu Allah aku bacakan. Wajar jika karena itu, kalian beriman kepada Allah. Keimanan kalian, sama sekali tidak membuatku kagum”.

Kali ini para sahabat betul-betul terhenyak dengan bantahan Rasulullah barusan. Dengan perasaan putus asa karena sudah kehabisan akal, akhirnya mereka menyerah, “Kiranya hanya Allah dan rasul-Nya saja yang tahu jawaban pertanyaan Rasulullah tadi”, kata salah seorang sahabat.

“Sesungguhnya, mereka yang keimanannya membuatku kagum adalah mereka-mereka yang tidak sekalipun pernah berjumpa denganku. Mereka sama sekali tidak pernah melihat diriku dengan mata kepala mereka sendiri. Mereka juga tidak sekalipun pernah mendengar suaraku. Dan yang lebih hebat lagi, mereka berabad-abad jaraknya dariku. Tapi kecintaan mereka kepadaku, tak sekalipun perlu aku ragukan”, jawab Rasulullah. “Mereka itulah, yang keimanannya sungguh-sungguh membuat aku kagum”, sambung Rasulullah menegaskan.

Mereka yang dimaksud oleh Rasulullah dalam kisah diatas, tak lain dan tak bukan adalah kita semua. Tentu dengan syarat, jika kita bersungguh-sungguh mencintai Rasulullah saw dengan setulus hati kita, menghidupkan sunnahnya dan mengerjakan amal ibadah sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Semoga Allah selalu memberikan kita kekuatan untuk dapat selalu mencintai Rasulullah saw, dengan sebenar-benarnya cinta. Aamiin

Selasa, 25 Juni 2013

Menangis dapat Membatalkan Puasa?

Pertanyaan:
Apakah Menangis dapat Membatalkan Puasa?

Jawab:
Menangis apapun penyebabnya tidak membatalkan puasa. Tapi apakah bisa mengurangi pahala puasa, kita lihat dulu menangisnya karena apa?
Jika menangisnya karena merenungi dosa dan kesalahan, atau saat berdoa, saat membaca Al-Qur'an atau saat melakukan ibadah yang lain, itu tidak apa-apa, bahkan dianjurkan. Menangis karena musibah juga tidak apa-apa asalkan tetap terkontrol tidak sampai meraung-raung, karena ada larangan dari Rasulullah SAW menangis sampai meraung-raung apalagi sampai menyobek-nyobek pakaian. Tapi jika menangisnya karena marah yang tidak kesampaian atau karena menonton acara TV seperti sinetron, itu yang bisa mengurangi pahala puasa. Sebab, jika kita ingin meraih kesempurnaan ibadah puasa maka kita dianjurkan untuk bisa mengontrol emosi/amarah dan tidak menghabiskan waktu dalam kesia-siaan.



referensi :
http://masalahpuasa.blogspot.com

Kamis, 20 Juni 2013

Keutamaan Shalat Subuh Berjamaah di Masjid

Shalat Subuh merupakan shalat yang istimewa dari shalat-shalat lainnya,  selain ada banyak sekali keutamaan dalam pelaksanaannya, untuk menunaikan shalat ini kita harus melawan rasa kantuk yang luar biasa serta bangkit untuk meninggalkan kasur yang empuk dan selimut yang hangat. Di dalam adzan subuh juga ditambahkan kalimat Assholaatu khairum minan naum yang artinya "Shalat itu lebih baik daripada tidur".

Ada banyak sekali keutamaan shalat Subuh berjamaah, di antaranya adalah:

Berada dalam Jaminan Allah
Barangsiapa yang shalat subuh maka dia berada dalam jaminan Allah. Oleh karena itu jangan sampai Allah menuntut sesuatu kepada kalian dari jaminan-Nya. Karena siapa yang Allah menuntutnya dengan sesuatu dari jaminan-Nya, maka Allah pasti akan menemukannya, dan akan menelungkupkannya di atas wajahnya dalam neraka jahannam.” (HR. Muslim no. 163)

Disaksikan oleh para Malaikat
Orang yang melakukan shalat Subuh berjamaah di masjid akan disaksikan oleh para malaikat yang bertugas di malam hari dan para malaikat yang bertugas di siang hari. Karena ketika waktu subuh tiba, bergantian para malaikat yang bertugas pada malam hari akan naik ke langit dan para malaikat yang bertugas pada siang hari turun ke bumi.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
"Malaikat-malaikat siang bergantian mendampingi kalian dengan malaikat-malaikat malam, dan mereka berkumpul pada waktu sholat Subuh dan Ashar. Setelah itu, malaikat yang semalaman menjaga kalian naik ke langit, lalu Allah bertanya kepada mereka – dan Dia lebih tahu tentang mereka-, 'Bagaimana kalian tinggalkan hamba hamba Ku?' Mereka menjawab, 'Kami meninggalkan mereka dalam keadaan sholat, dan kami datang kepada mereka ketika mereka sholat'” (HR Bukhari)

Dijauhkan dari Sifat Munafik
“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651)

Semoga kita yang senantiasa berjuang untuk menegakkan shalat Isya dan Subuh berjamaah di masjid terhindar dari sifat munafik.

Mendapatkan Keutamaan Shalat Sepanjang Malam
“Barangsiapa yang shalat isya` berjama’ah maka seolah-olah dia telah shalat malam selama separuh malam. Dan barangsiapa yang shalat shubuh berjamaah maka seolah-olah dia telah shalat seluruh malamnya.” (HR. Muslim no. 656)

Dilapangkan Rezeki
Pernah suatu ketika Nabi SAW shalat subuh. Begitu selesai, beliau pun kembali ke rumah dan mendapati putrinya Fathimah ra sedang tidur. Kemudian beliau pun membalikkan tubuh Fatimah dengan kaki beliau, kemudian mengatakan kepadanya, “Hai Fathimah, bangun dan saksikanlah rezeki Rabb-mu karena Allah membagi-bagikan rezeki para hamba antara shalat subuh dan terbitnya matahari.”(H.R. Baihaqi).

Kunci Kemenangan
“Rasulullah apabila hendak menyerbu suatu kaum, beliau menundanya hingga tiba waktu subuh.” (HR Bukhari)

Dikisahkan pasca meletusnya perang Mesir-Israel tahun 1973 ada seorang tentara Mesir yang mengajak berbicara tentara Yahudi yang paham bahasa Arab. Tentara Mesir itu berkata, “Demi Allah, kami akan memerangi dan mengalahkan kalian sampai ada di antara kalian yang bersembunyi di balik pohon dan batu, kemudian pohon dan batu itu mengatakan,’hai hamba Allah, hai muslim, ini ada Yahudi di belakangku, ke mari dan bunuhlah dia.’” Tentara Yahudi menjawab, ”Semua itu tidak akan terjadi sebelum shalat subuh kalian sama dengan shalat Jumat.”

Lebih Baik dari Dunia dan Seisinya
“Dua rakaat shalat sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan seluruh isinya.” (HR. Muslim 725).

Shalat Subuh adalah Penyelamat dari Neraka
“Tidak akan masuk neraka, orang yang melaksanakan shalat sebelum matahari terbit dan sebelum tenggelamnya,” (H.R. Muslim)

Jadilah PEMENANG yang mampu melawan rasa kantuk dan malas dari dalam diri kita sendiri. Mari kita niatkan dengan tekad yang kuat sebelum tidur, mulai besok Saya akan bangun subuh untuk menunaikan shalat Subuh berjamaah di Masjid! Bagi yang belum terbiasa bangun Subuh, silahkan baca Tips Bangun Awal. Semoga Allah meridhoi niat dan usaha kita. aamiin

sumber gambar diambil dari republika.co.id

Kamis, 13 Juni 2013

Boelan Juni & Resolusi 2013

Saya pernah bertanya kepada Ayah tentang arti dari nama Saya sendiri, saat itu Saya masih SD. Kata Ayah, Boni itu artinya Boelan Juni karena Saya lahir di bulan Juni. Waktu itu Saya protes kepada Ayah, karena teman-teman sekolah sering mengolok-olok bahwa nama Saya sama dengan nama hewan peliharaan yang kebanyakan dikasih nama Boni oleh majikannya. Dengan senyum Ayah menjawab, “Bon, kalau begitu kamu buktikan kepada teman-temanmu bahwa kamu lebih baik dari mereka, banyak orang yang memiliki nama bagus namun pribadi mereka tidak mencerminkan dari nama mereka sendiri”.

Kemudian, apa arti Fajarwan? Kata Ayah, terpisah menjadi Fajar-wan Fajar itu artinya waktu fajar sebelum tiba waktu subuh. Saya sendiri masih bingung, padahal Saya dilahirkan tengah malam, bukan ketika waktu fajar. Saya sendiri berpikir mungkin dengan nama “fajar” tersebut akan menjadi motivasi bagi diri Saya sendiri untuk selalu sudah bangun dari tidur ketika fajar tiba.

Sedangkan, arti dari “wan” diambil dari bacaan bahasa inggris “one” yang artinya “satu”. Itu akan menjadi motivasi Saya untuk selalu menjadi yang terbaik dan nomor satu. Walaupun selama bersekolah jarang mendapat ranking satu, hehehe, insya Allah dalam bidang lain Saya akan terus berusaha untuk menjadi yang terbaik.

Bersamaan dengan postingan ini, Alhamdulillah hari ini usia Saya genap 22 tahun dan tidak terasa kita sudah memasuki pertengahan tahun 2013. Masih ingatkah kita dengan resolusi 2013 yang pernah kita rancang ketika hendak memasuki awal tahun?

Jika masih ingat dan ada yang sebagian resolusinya sudah tercapai hendaknya kita bersyukur kepada Allah dan terus berusaha untuk mencapai target yang masih ingin dicapai. Alangkah meruginya jika kita tidak merancang resolusi ataupun rencana tahunan, hidup cuma dibiarkan mengalir begitu saja.

Sebagian cita-cita seorang Boni Fajarwan di tahun 2013 ini adalah hapal juz 29 Al-Qur'an, skripsi dilancarkan dan berhasil meraih 2 medali emas Porprov yang akan diselenggarakan di Martapura bulan November. Mohon do'a kepada kawan-kawan semua semoga impian Saya bisa tercapai dan apa yang menjadi resolusi kita di tahun 2013 ini semoga Allah meridhoinya dan kita diistiqomahkan dalam usaha untuk selalu menggapainya. Aamiin yaa Allah.

Masih belum terlambat bagi yang belum memiliki resolusi atau rencana di tahun 2013, bersegeralah untuk merancangnya, buatlah Proposal Hidup kita, jangan lupa selalu bawa Proposal Hidup tersebut dalam do'a dan ibadah untuk diajukan kepada Al-Mujiib, Yang Maha Mengabulkan.

gambar diambil dari 123rf.com

Selasa, 11 Juni 2013

Tips Bangun Lebih Awal

Bagi umat Islam, ibadah shalat Subuh merupakan salah satu kewajiban yang harus ditunaikan setiap harinya. Tidak semua orang bisa menunaikan shalat Subuh di awal waktu dan dikerjaan secara berjamaah di masjid. Ada yang melaksanakannya di rumah, ada juga yang melaksanakannya berjamaah di masjid, bahkan ada juga yang kesiangan mengerjakannya. Termasuk yang mana kah kita? Semoga kita termasuk yang melaksanakannya dengan berjamaah di masjid.

Dalam sebuah hadits Rasulullah menjelaskan bahwa shalat Subuh berjamaah merupakan shalat yang paling berat dilaksanakan bagi orang yang munafik.

“Shalat yang dirasakan paling berat bagi orang-orang munafik adalah shalat isya dan shalat subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaannya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. Sungguh aku berkeinginan untuk menyuruh seseorang sehingga shalat didirikan, kemudian kusuruh seseorang mengimami manusia, lalu aku bersama beberapa orang membawa kayu bakar mendatangi suatu kaum yang tidak menghadiri shalat, lantas aku bakar rumah-rumah mereka.” (HR. Al-Bukhari no. 141 dan Muslim no. 651).

Berikut adalah tips bangun lebih awal supaya kita bisa melaksanakan shalat Subuh berjamaah.

Tidur Lebih Awal
Hindari tidur terlalu larut malam, jangan biasakan bermain dengan gadget di atas jam 10 malam. Saat kita menuju tempat tidur matikanlah lampu dan letakkanlah gadget jauh dari tempat tidur.

Minum Sebelum Tidur
Ini adalah salah satu cara yang lumayan ampuh bagi yang belum terbiasa bangun awal. Minumlah 1 gelas air putih sebelum tidur, biasanya kita akan kebelet ketika menjelang subuh yang mengharuskan kita bangun supaya ke kamar mandi juga mengambil air wudhu untuk menunaikan shalat Tahajjud atau shalat Subuh, jika kita malas bangun berhati-hati lah ngompol. hehehe...

Gunakan Alarm Jam
Sebagai awal latihan supaya terbiasa bangun subuh, settinglah alarm jam secara bertahap, dimulai dari 5 menit sebelum adzan Subuh, 3 hari kemudian 10 menit, 3 hari setelahnya 15 menit, 20 menit, 30 menit, sampai 1 jam sebelum adzan Subuh berkumandang sehingga kita juga bisa melaksanakan shalat Tahajjud. Letakkan alarm tersebut jauh dari tempat tidur kita, sehingga kita harus bangun berjalan untuk mematikan alarm. Jika alarm yang kita gunakan dari HP, settinglah alarm dengan suara atau lagu yang membuat kita menjadi bersemangat!

Jangan Terlalu Banyak Makan
Makanlah seperlunya ketika makan malam sesuai tuntunan Rasulullah, sepertiga lambung untuk makanan, sepertiga untuk minuman, sepertiganya lagi untuk nafas. Terlalu banyak makan ketika makan malam akan membuat kita menjadi malas dan berat untuk bangun dari tidur.

Bergabunglah dengan Komunitas Positif
Bagi pengguna Twitter, follow lah akun @PejuangSubuh, bergabunglah dengan para Pejuang Subuh supaya kita selalu termotivasi untuk berjuang menegakkan shalat Subuh berjamaah di Masjid. Ada akun Pejuang Subuh Banjarmasin @PejuangSubuhBjm, Surabaya @PejuangSubuhSBY, Jakarta @PejuangSubuhJKT, Bandung @PejuangSubuhBdg dan masih banyak para Pejuang Subuh di kota lain.

Niat dan Do'a
Tekadkan kuat-kuat dalam diri kita bahwa kita ingin selalu melaksanakan shalat Subuh berjamaah di masjid. Manusia hanya bisa berencana, Allah lah yang menentukan, semua akan menjadi mungkin dengan pertolongan Allah. Hendaknya kita berwudhu sebelum tidur dan berdo'a semoga Allah senantiasa memberi kita kekuatan supaya bisa bangun lebih Awal.