This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 20 April 2010

Manfaat Membaca


Salah seorang Doktor dari Arab Saudi, Dr. Aidh Al Qarni, dalam bukunya Laa Tahzan (Jangan bersedih) menulis 10 manfaat membaca :

1. Ketika sibuk membaca, seseorang terhalang masuk ke dalam kebodohan;

2. Kebiasaan membaca membuat orang terlalu sibuk untuk bisa berhubungan dengan orang-orang malas dan tidak mau bekerja;


3. Dengan sering membaca, seseorang bisa mengembangkan keluwesan dan kefasihan dalam bertutur kata;

4. Membaca membantu mengembangkan pemikiran dan menjernihkan cara berpikir;

5. Membaca meningkatkan pengetahuan seseorang dan mengingkatkan memori dalam pemahaman;

6. Dengan sering membaca seseorang dapat mengambil manfaat dari pengalaman orang lain, seperti mencontoh kearifan orang bijaksana dan kecerdasan para sarjana;

7. Dengan sering membaca, seseorang dapat mengembangkan kemampuannya, baik untuk mendapat dan memproses ilmu pengetahuan maupun untuk mempelajari berbagai disiplin ilmu dan aplikasinya di dalam hidup;

8. Keyakinan seseorang akan bertambah ketika dia membaca buku-buku yang bermanfaat;

9. Membaca membantu seseorang untuk menyegarkan pikirannya dari keruwetan dan menyelamatkan waktunya agar tidak sia-sia,. Dengan sering membaca, seseorang bisa menguasai banyak kata dan mempelajari berbagai model kalimat;

10. Lebih lanjut lagi, ia bisa meningkatkan kemampuannya untuk menyerap konsep dan untuk memahami apa yang tertulis di antara baris demi baris (memahami apa yang tersirat).

Minggu, 11 April 2010

pascal, looping (pengulangan)

berikut merupakan contoh skript pada program turbo pascal untuk looping(pengulangan)

penggunaan for to do

uses wincrt;
var I : integer;
begin
for I:=1 to 5 do
writeln('testing',I);
readln;
end.

penggunaan for downto do
uses wincrt;
var I : integer;



begin
for I:=5 downto 1 do
writeln('testing',I);
readln;
end.

penggunaan repeat until
uses wincrt;
var i : integer;
begin
i:=0;
repeat
i:=i+1;
writeln('testing',i);
until i=5;
readln;
end.

penggunaan while do
uses wincrt;
var I : integer;
begin
clrscr;
while I<=5 do
begin
writeln('testing',I);
I:=I+1;
end;
readln;
end.

selamat mencoba ^^

Jumat, 09 April 2010

Meminta Maaf dengan Sangat Serius (oleh ust. Herry Nurdi)

cybersabili.com - Kita tentu masih mengingat, siapa sosok Bilal bin Rabbah ra. Salah satu tokoh dalam sejarah Islam yang mengukirkan namanya dengan tinta emas, meski awal sejarah hidupnya adalah orang yang papah, tak dihargai, budak yang diperjualbeli dan mungkin tak dipandang sebelah mata. Lalu dengan Islam, nama Bilal bin Rabbah ra menjadi mulia, bahkan menjadi rujukan amal-amal shalih yang kita lakukan saat ini.


Kita juga ingat sosok Abu Dzar al Ghiffary ra, seorang manusia yang mencari kebenaran dengan seluruh hidupnya. Menebus kebenaran dengan nyawa. Membela kebenaran dengan seluruh keberanian jiwanya. Dua manusia mulia yang pernah dilahirkan oleh sejarah Islam, hasil dari tarbiyah Rasulullah saw.

Suatu ketika, keduanya pernah berselisih pendapat. Entah karena didorong rasa apa, Abu Dzar ra sampai mengucapkan kata-kata yang sangat menyinggung Bilal bin Rabbah ra. “Hai, anak orang hitam!” kata Abu Dzar ra pada Bilal bin Rabbah ra.

Sahabat Bilal sangat sedih, dan mengadukan hal ini pada Rasulullah saw, sang pemimpin yang adil dan penuh kasih sayang. Setelah mendengar pengaduan sahabatnya Bilal, Rasulullah memanggil dan mengajak Abu Dzar berbicara.

Singkat cerita, setelah obrolan bersama Rasulullah tersebut, Abu Dzar menyadari betul ada sifat dan perilaku jahiliyah yang masih tertinggal dan dilakukannya. Abu Dzar merasa, seharusnya tak terjadi hal yang demikian, apalagi pada sahabat sendiri yang telah dimuliakan oleh Islam dan memuliakan Islam.

Dengan sungguh-sungguh, kemudian Abu Dzar mencari Bilal bin Rabbah. Ketika menemui Bilal bin Rabbah, Abu Dzar duduk dengan penuh takzim di depannya. Kemudian Abu Dzar meminta maaf, ia tempelkan sebelah pipinya ke tanah dan berkata, ”Wahai Bilal, injaklah pipiku dengan kakimu.”

Subhanallah, ini adalah catatan sejarah tentang keseriusan permintaan maaf. Betapa banyak hari ini kita melakukan kesalahan, lalu sebesar apa perasaan bersalah itu muncul ke permukaan. Semendalam apa penyesalan kita atas kesalahan yang telah kita lakukan. Sekuat apa kita memperbaikinya, atau jika menyangkut orang lain, sedahsyat apa usaha permintaan maaf yang sudah kita lakukan?

Secara bahasa, kita sering mengganti perkataan ”maaf” dengan kata ”sorry” yang sering diucapkan dengan hambar dan nyaris tak berarti. Secara bahasa kita sering mengganti kata ”maaf” dengan mengucakan ”afwan” yang kita keluarkan dengan sangat ringan. Tapi kita lupa menitipkan kesungguhan di sana. Kita alpa meletakkan ruh pada kata maaf, sorry dan afwan. Karena, kita tidak benar-benar merasa bersalah atas sebuah perbuatan, pada seorang teman, pada banyak orang, pada orangtua, pada saudara, pada bawahan, pada pemimpin, pada rakyat yang dipimpin, pada jamaah, pada qiyadah, pada orang-orang yang tanpa sepengetahuan kita menganggap sangat besar kesalahan yang kita lakukan.

Lihat pertunjukan kolosal yang kita saksikan hari ini, tentang pelajaran menghindar dari kesalahan. Ada jumpa pers yang digelar untuk membela diri. Ada selebaran yang dibuat untuk klarifikasi. SMS bertebaran untuk menjelaskan ulang. Sumpah menyebut nama anak dan istri di depan seluruh rakyat Indonesia di dalam siaran televisi. Pidato politik yang sangat melankoli untuk mengubah kesalahan menjadi undangan gelombang simpati.

Tak ada yang mengakui kesalahan dengan gagah berani. Tapi sesungguhnya, ini sama sekali bukan tentang gagah atau berani, atau digabungkan sekaligus, gagah berani. Ini tentang masa depan yang lebih baik. Masa depan yang lebih baik antara dua orang yang berseteru dan berselisih paham. Masa depan yang lebih baik untuk banyak orang yang telah merasa dirugikan. Masa depan yang lebih baik untuk harapan tentan penegakan keadilan dan pembelaan kebenaran. Masa depan yang lebih baik untuk kemanusiaan!

Kata maaf, melibatkan dua komponen vital yang sangat besar. Pertama, tentang rasa bersalah dan niat memperbaiki keadaan. Kedua, ikhlas membuka pintu maaf dan juga memperbaiki keadaan.

Sesuai urutannya, tentu saja yang pertama menempati posisi yang sangat krusial. Ketika kita sudah menyadari kesalahan dan berniat memperbaiki keadaan, mari kita tanyakan pada diri sendiri. Seberapa serius kah permintaan maaf yang sudah kita lakukan? Saya mohon maaf jika tulisan ini memiliki banyak kesalahan. I’m deeply sorry. Ana asif jiddan. Semoga dibukakan pintu maaf yang paling lebar.