Mungkin bagi kita sebagai siswa atau bagi orang tua yang saat ini anaknya sebentar lagi lulus dari sekolah umum, bingung atau bahkan memiliki keraguan untuk memilih sekolah Agama, seperti SD IT (Islam Terpadu), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah, MA (Madrasah Aliyah) atau Pondok Pesantren sebagai sekolah lanjutannya setelah lulus.
Sebagian dari kita yang masih ragu berpikiran, kalau bersekolah di sekolah Agama, ilmu mata pelajaran umum yang didapat sedikit sekali, sehingga tidak menjamin untuk dapat mengikuti test masuk ke Perguruan Tinggi sebagai acuan untuk mendapatkan pekerjaan jika sudah lulus nanti.
Jika dibandingkan dengan sekolah umum, di sekolah Agama ilmu mata pelajaran umum akan didapat, sebagai nilai tambah ilmu mata pelajaran Agama juga didapat. Malahan kebanyakan di sekolah umum mata pelajaran Agama hanya 2 jam setiap minggu. Padahal dalam Islam, mempelajari ilmu agama Islam hukumnya adalah WAJIB.
Bercerita pengalaman sekolah Saya dulu, waktu di tingkat Sekolah Dasar, Saya menuntut ilmu di sekolah Umum, tetapi orang tua Saya juga memasukkan Saya di Pesantren sore. Jika pagi sampai siang Saya di sekolah Umum, maka dari sore hingga menjelang senja Saya belajar ilmu Agama, terutama belajar baca-tulis Al Qur’an dan ilmu Tajwid. Jaman sekarang, banyak orang tua yang bangga dengan anaknya yang masih kecil sudah lihai memainkan teknologi seperti komputer dan gadget, namun sedikit bagi mereka yang bangga dengan anaknya masih kecil sudah bisa lancar membaca Qur’an bahkan bisa menghafalkan surah Al Fatihah dan surah-surah pendek.
Pernah Ayah membujuk Saya agar pindah ke Madrasah Ibtidaiyah saat kelas 3 SD, tetapi Saya ngeyel ingin bertahan di sekolah Umum dengan alasan takut belajar bahasa Arab karena belum pernah belajar bahasa Arab sama sekali. Padahal emang belum pernah, namanya juga pemikiran anak kecil, hehehe. Akhirnya Orang Tua Saya memenuhi keinginan Saya untuk tetap sekolah di sekolah Umum.
Berkat dukungan dari Orang Tua, setelah lulus SD Saya melanjutkan ke MTs. Alhamdulillah banyak sekali ilmu yang didapat. Di antara mata pelajaran Islam yang didapat ada mata pelajaran Qur’an & Hadits yang mempelajari tafsir dari Qur’an maupun Hadits yang berhubungan dengan kehidupan seorang muslim sehari-hari, ada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang membuat Saya tahu bagaimana kehidupan Rasulullah dan para sahabat, sampai sejarah dinasti kekhilafahan waktu dulu, masih banyak mata pelajaran yang lain seperti bahasa Arab, Akidah Akhlak, Fiqih dan lain-lain.
Selain belajar bahasa Arab di MTs, Saya juga belajar ilmu Nahwu dan Shorof saat ba’da Ashar dengan berpakaian mengenakan peci, kaos dan sarung mengendarai sepeda ke rumah guru Saya. Sangat disayangkan Saya berhenti belajar ilmu Nahwu dan Shorof saat lulus dari MTs karena Saya akan melanjutkan sekolah ke luar kota.
Melanjutkan ke tingkat SMA, saat itu Saya berniat untuk melanjutkan ke MA (Madrasah Aliyah), tetapi saat itu Saya galau karena Orang Tua menawarkan untuk melanjutkan ke SMK yang ada jurusan ilmu komputernya di kota lain. Alasan Saya kurang lebih seperti waktu Saya masih kelas 3 SD dulu, Saya beralasan takut masuk SMK karena belum bisa komputer sama sekali, haha. Akhirnya Saya melanjutkan ke SMK.
Kenapa waktu tingkat SMA, Saya tidak melanjutkan ke sekolah Agama? Tanya sendiri sama Orang Tua Saya ya. Saat itu Orang Tua Saya cuman berpesan selama menempuh pendidikan di kota lain, selalu laksanakan perintah shalat 5 waktu dan jangan pacaran. Alhamdulillah selama sekolah Saya selalu shalat 5 waktu dan tidak berpacaran. Saat SMA Saya sering belajar ilmu Agama dengan membaca buku dan mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan oleh sekolah.
Itu sedikit dari pengalaman Saya saat menempuh pendidikan di sekolah dulu. Jika saat ini kita masih bersekolah di sekolah umum tetaplah selalu mempelajari ilmu Agama, bisa dengan membaca buku-buku Agama, mengikuti ceramah atau majlis di Televisi maupun masjid-masjid. Mungkin tidak sedikit di antara teman-teman kita yang sudah baligh, tetapi masih belum bisa membaca Al Qur’an atau belum tahu bagaimana cerita Ashabul Kahfi, Lukman Al Hakim, Nabi Musa dan Qarun, Muhammad Al Fatih dan lain-lain. Ayo mulai sekarang belajar, tidak ada kata terlambat!
Sekarang ini ada banyak sekali sekolah-sekolah Agama dengan fasilitas dan kualitas yang sangat bagus, jangan ragu untuk masuk ke sekolah Agama. Karena dengannya, kita jadi bisa mengenal dan mempelajari ilmu Agama kita sendiri.
sumber gambar : eramuslim.com