This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 16 Mei 2013

6 Hak dan Kewajiban Sesama Muslim

Di antara kita mungkin ada yang sudah tahu 6 hak dan kewajiban muslim terhadap muslim lainnya, namun juga tidak sedikit kita yang lupa untuk mengamalkannya, termasuk Saya sendiri, mudah-mudahan dengan ini bisa menjadi reminder bagi kita semua agar bisa selalu istiqomah melaksanakannya.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hak/Kewajiban seorang muslim atas muslim yang lain ada enam.” Lalu ada yang bertanya, “Apa itu ya Rasulullah.” Maka beliau menjawab, “Apabila kamu bertemu dengannya maka ucapkanlah salam kepadanya, apabila dia mengundangmu maka penuhilah undangannya, apabila dia meminta nasehat kepadamu maka berilah nasehat kepadanya, apabila dia bersin lalu memuji Allah maka doakanlah dia -dengan bacaan yarhamukallah-, apabila dia sakit maka jenguklah dia, dan apabila dia meninggal maka iringilah jenazahnya.” (HR. Muslim)


Apabila Bertemu, Ucapkanlah Salam
Banggalah kita menunjukkan identitas diri sebagai seorang muslim, jika tiap bertemu dengan teman saling mengucapkan dan menjawab salam, jika menelpon/menerima telpon diawali dengan mengucapkan salam. Insya Allah akan tumbuh rasa cinta dan kedekatan sebagai sesama muslim.

Dalam Shahih Muslim disebutkan: Dari Abu Hurairah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Kalian tidak akan masuk surga sehingga kalian beriman, dan tidak dikatakan beriman sebelum kalian saling mencintai. Salah satu bentuk kecintaan adalah menebar salam antar sesama muslim.” 

Dalam mengucapkan salam via sms atau e-mail, sebaiknya kita harus berhati-hati dalam mengucapkan salam tersebut.

Memenuhi Undangan
Apabila kita mendapat undangan, baik itu makan-makan atau undangan pernikahan,  penuhilah undangan tersebut karena akan membuat senang bagi orang yang mengundang kita dan mempererat tali persaudaraan sesama muslim selama undangan tersebut tidak mengandung maksiat dan kemungkaran.

Dalam memenuhi undangan pun, Saya juga sering lalai karena aktivitas yang padat. Jika Saya tidak bisa memenuhi undangan dari teman atau keluarga, Saya segera menghubunginya dan meminta maaf tidak dapat menghadiri undangan tersebut.

Memberi Nasihat
Jika ada teman yang meminta nasihat atau curhat kepada kita,  maka berilah solusi terbaik kepadanya tentunya solusi yang sesuai dengan tuntunan umat Islam, Qur'an dan sunnah.

Saling Mendo'akan ketika Bersin
Jika salah seorang di antara kalian bersin, hendaklah ia mengucapkan Alhamdulillah, jika ia mengatakannya maka hendaklah saudaranya atau temannya membalas: yarhamukalloh (semoga Allah merahmatimu). Dan jika temannya berkata yarhamukallah, maka ucapkanlah: yahdikumulloh wa yushlihu baalakum (semoga Allah memberimu petunjuk dan memperbaiki keadaanmu).” (Diriwayatkan oleh al-Bukhari, no. 6224 dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu)

Menjenguk Orang Sakit
"Barang siapa yang mendatangi saudaranya muslim (yang sakit) untuk menjenguknya, ia berjalan di atas kebun surga hingga ia duduk. Apabila ia duduk, rahmat (Allah) akan menyelimutinya. Bila waktu itu pagi hari, tujuh puluh ribu malaikat akan bersalawat kepadanya hingga sore hari, dan bila ia melakukannya di sore hari, tujuh puluh ribu malaikat tersebut akan bersalawat kepadanya hingga pagi hari." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah. Syaikh al-Albani berkata: Hadits shahih)

Mengiringi Jenazah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Siapa yang mengantarkan jenazah hingga menshalatkannya maka baginya pahala satu qhirath, dan siapa yang mengantarkannya hingga dimakamkan maka baginya pahala dua qhirath”, beliau ditanya: “Apakah yang dimaksud qhirath ?”, beliau menjawab: “Bagaikan dua gunung yang besar“ (Riwayat Bukhari dan Muslim)

sumber gambar : khotbahjumat.com

Selasa, 07 Mei 2013

Jangan Ragu Memilih Sekolah Agama


Mungkin bagi kita sebagai siswa atau bagi orang tua yang saat ini anaknya sebentar lagi lulus dari sekolah umum, bingung atau bahkan memiliki keraguan untuk memilih sekolah Agama, seperti SD IT (Islam Terpadu), MI (Madrasah Ibtidaiyah), MTs (Madrasah Tsanawiyah, MA (Madrasah Aliyah) atau Pondok Pesantren sebagai sekolah lanjutannya setelah lulus.

Sebagian dari kita yang masih ragu berpikiran, kalau bersekolah di sekolah Agama, ilmu mata pelajaran umum yang didapat sedikit sekali, sehingga tidak menjamin untuk dapat mengikuti test masuk ke Perguruan Tinggi sebagai acuan untuk mendapatkan pekerjaan jika sudah lulus nanti.

Jika dibandingkan dengan sekolah umum, di sekolah Agama ilmu mata pelajaran umum akan didapat, sebagai nilai tambah ilmu mata pelajaran Agama juga didapat. Malahan kebanyakan di sekolah umum mata pelajaran Agama hanya 2 jam setiap minggu. Padahal dalam Islam, mempelajari ilmu agama Islam hukumnya adalah WAJIB.

Bercerita pengalaman sekolah Saya dulu, waktu di tingkat Sekolah Dasar, Saya menuntut ilmu di sekolah Umum, tetapi orang tua Saya juga memasukkan Saya di Pesantren sore. Jika pagi sampai siang Saya di sekolah Umum, maka dari sore hingga menjelang senja Saya belajar ilmu Agama, terutama belajar baca-tulis Al Qur’an dan ilmu Tajwid. Jaman sekarang, banyak orang tua yang bangga dengan anaknya yang masih kecil sudah lihai memainkan teknologi seperti komputer dan gadget, namun sedikit bagi mereka yang bangga dengan anaknya masih kecil sudah bisa lancar membaca Qur’an bahkan bisa menghafalkan surah Al Fatihah dan surah-surah pendek.

Pernah Ayah membujuk Saya agar pindah ke Madrasah Ibtidaiyah saat kelas 3 SD, tetapi Saya ngeyel ingin bertahan di sekolah Umum dengan alasan takut belajar bahasa Arab karena belum pernah belajar bahasa Arab sama sekali. Padahal emang belum pernah, namanya juga pemikiran anak kecil, hehehe. Akhirnya Orang Tua Saya memenuhi keinginan Saya untuk tetap sekolah di sekolah Umum.

Berkat dukungan dari Orang Tua, setelah lulus SD Saya melanjutkan ke MTs. Alhamdulillah banyak sekali ilmu yang didapat. Di antara mata pelajaran Islam yang didapat ada mata pelajaran Qur’an & Hadits yang mempelajari tafsir dari Qur’an maupun Hadits yang berhubungan dengan kehidupan seorang muslim sehari-hari, ada mata pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam yang membuat Saya tahu bagaimana kehidupan Rasulullah dan para sahabat, sampai sejarah dinasti kekhilafahan waktu dulu, masih banyak mata pelajaran yang lain seperti bahasa Arab, Akidah Akhlak, Fiqih dan lain-lain.

Selain belajar bahasa Arab di MTs, Saya juga belajar ilmu Nahwu dan Shorof  saat ba’da Ashar dengan berpakaian mengenakan peci, kaos dan sarung mengendarai sepeda ke rumah guru Saya. Sangat disayangkan Saya berhenti belajar ilmu Nahwu dan Shorof saat lulus dari MTs karena Saya akan melanjutkan sekolah ke luar kota.

Melanjutkan ke tingkat SMA, saat itu Saya berniat untuk melanjutkan ke MA (Madrasah Aliyah), tetapi saat itu Saya galau karena Orang Tua menawarkan untuk melanjutkan ke SMK yang ada jurusan ilmu komputernya di kota lain. Alasan Saya kurang lebih seperti waktu Saya masih kelas 3 SD dulu, Saya beralasan takut masuk SMK karena belum bisa komputer sama sekali, haha. Akhirnya Saya melanjutkan ke SMK.

Kenapa waktu tingkat SMA, Saya tidak melanjutkan ke sekolah Agama? Tanya sendiri sama Orang Tua Saya ya. Saat itu Orang Tua Saya cuman berpesan selama menempuh pendidikan di kota lain, selalu laksanakan perintah shalat 5 waktu dan jangan pacaran. Alhamdulillah selama sekolah Saya selalu shalat 5 waktu dan tidak berpacaran. Saat SMA Saya sering belajar ilmu Agama dengan membaca buku dan mengikuti pengajian-pengajian yang diadakan oleh sekolah.

Itu sedikit dari pengalaman Saya saat menempuh pendidikan di sekolah dulu. Jika saat ini kita masih bersekolah di sekolah umum tetaplah selalu mempelajari ilmu Agama, bisa dengan membaca buku-buku Agama, mengikuti ceramah atau majlis di Televisi maupun masjid-masjid. Mungkin tidak sedikit di antara teman-teman kita yang sudah baligh, tetapi masih belum bisa membaca Al Qur’an atau belum tahu bagaimana cerita Ashabul Kahfi, Lukman Al Hakim, Nabi Musa dan Qarun, Muhammad Al Fatih dan lain-lain. Ayo mulai sekarang belajar, tidak ada kata terlambat!

Sekarang ini ada banyak sekali sekolah-sekolah Agama dengan fasilitas dan kualitas yang sangat bagus, jangan ragu untuk masuk ke sekolah Agama. Karena dengannya, kita jadi bisa mengenal dan mempelajari ilmu Agama kita sendiri.

sumber gambar : eramuslim.com

Kamis, 02 Mei 2013

Lagu Banjar Busu by A Hamid

Teman-teman tau apa itu Busu? dalam bahasa Banjar, busu artinya saudara dari orang tua kita yang paling bungsu. Entah benar atau tidak, busu itu identik dengan sifatnya yang manja, pemalas atau pemarah, hehehe. Seperti lagu Banjar yang pernah Saya dengar waktu SMP dulu yang berjudul Busu yang dinyanyikan oleh A Hamid. Video klip Busu di bawah ini Saya dapat di You Tube yang diupload oleh user tube1M.


Lirik lagu Busu yang dinyanyikan oleh A Hamid.

aku baisi busu paling cariwit
tarsabut jabatannya wayah ini
ujar urang pangangguran basar-basaran
guring malandau bajalan mangalantur
kada ingat dibulik
ditakuni busu datang di mana
sidin lalu manyahut
saharian-saharian banyak urusan bisnis

mun sudah manyanyarik wan bamamai
lalu bahahampas
salawarnya kada kawa dijapai
kaninggnya pina tajingat
matanya pina manciling
muhanya pina kabohe
marangut kaya warik bakantan

mun sudah bahahampas tarabangan
cangkir piring tahamburan kada katangkisan
bibirnya pina manggarigit
tangannya pina manggatar
bajalan babulang bulik
muhanya pina kabohe
mararangut kaya warik bakantan

bila sudah kada baduit (kada baroko tu)
hamuk pusing tujuh kaliling
nangkaya urang-urang nang sinting
mararimbat
bajalan regos-regos
baroko lipus-lipus
bamamai kada ba ampihan
kakanakan jadi sasaran

(kembali lagi ke awal) 

dasar busu
busu... busu..
ini barapa.. ini barapa..
kasian deh lo...